Entri Terbaru

21 October 2013

Plagiat. Karena Ingin Disebut Pakar?

Plagiat. Lagi lagi terjadi kasus 'pencurian' Hak Kekayaan Intelektual milik orang lain di social media. Yang memprihatinkan tindakan nista ini dilakukan oleh seorang anak muda - calon generasi penerus bangsa.

Si pemilik akun Twitter @panjisam ini dengan percaya dirinya mengambil sebuah karya Stop Motion milik seseorang dengan akun @pinot dan kemudian mengunggahnya ke akun Instagram miliknya - diaku aku sebagai hasil karyanya sendiri. Cukup percaya diri ataukah gagap informasi? Karena @pinot sang korban plagiat itu sebenarnya adalah seorang yang bisa dibilang cukup pakar dan terkenal .. dan tanpa hitungan hari, aksi plagiat @panjisam pun menuai badai di linimasa Twitter.

Silahkan simak ceritanya "The Case Of Thief" ketika aksi plagiat @panjisam ditelanjangi habis habisan oleh pengguna social media lainnya.


Mengapa masih ada orang yang berani melakukan aksi plagiat? Padahal kita semua sudah sama sama tahu, betapa cepatnya informasi beredar di masa social media ini.

Untuk kasus @panjisam ini mungkin dikarenakan dia ingin disebut sebagai pakar, ingin eksis kebablasan dan mendapat nilai lebih karena memiliki skill khusus yang jarang dimiliki oleh teman teman sebayanya - sehingga dengan akal pendeknya dia mengambil hasil karya orang, berharap tidak ada yang tahu - untuk diaku aku sebagai hasil karyanya sendiri. (Wow! Bahkan blognya pun penuh berisi konten hasil kopas tanpa menyertakan sumber aslinya)

----

Lebih mengenaskan lagi adalah tabiat para Plagiator termasuk @panjisam ketika aksinya ketahuan dan kemudian mendapatkan kecaman - alasan klise, kuno dan superbasi yang selalu dilontarkan adalah "akun social media saya dihack/dibajak/diretas" dengan berbagai macam alasan yang tidak masuk akal alias dibuat buat  - alib alih minta maaf dan mengakui kesalahannya secara jantan - para plagiator mengambil jalan "Self-Pity" alias mengasihani diri sendiri, menggambarkan seolah olah sosok dirinyalah yang menjadi korban.

Semoga tidak semua anak muda yang seharusnya menjadi calon generasi penerus bangsa melakukan tindakan nista seperti ini

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.